Sebenarnya perpisahan ini officially efektif per 1 Juni kemarin, dan sahabat-sahabat yg mutasi ini sudah aktif di lokasi masing-masing per 2 Juni lalu. Berarti mereka sudah 4 hari di kantor baru. Namun baru tadi malamlah dalam acara pisah-sambut Sy sangat terharu melihat mereka ini.

Sy tumbuh bersama mereka dan bekerja side by side dengan mereka. 11 tahun kami bersama, berbagi cerita, bertukar kisah dan berumbar ilmu. Sy menjadi saksi kehebatan dan kebrilianan mereka ini.

Selamat Jalan Sobat, Selamat berkarya di tempat yang baru, di posisi yang lebih luas yang memang pas untuk kepesatan perkembanganmu, di tanggungjawab yang memang sesuai dengan kapasitasmu.

Sy bangga berpartner denganmu Sobat!


Setiap 2 ajang sepak bola akbar ini berlangsung, Piala Dunia dan Piala Eropa, ada 2 profesi yang tiba-tiba Sy lakoni, Begadanger dan Komentator.

Untuk scope Piala Eropa, Sy memulai karir sebagai begadanger di Euro 92. Waktu Finalnya berlangsung, Sy seorang diri menonton Denmark vs Jerman. Kebahagiaan Sy atas kemenangan Denmark mesti Sy tahan tidak melewati tenggorokan karena disekitar Sy Om2, Tante2 dan Spupu2 tergeletak kecapean karena siangnya adalah acara pindahan rumah Om Sy.

Meskipun sebenarnya Sy sedikit BT sama Denmark karena ngalahin Belanda di semifinal, tapi kebencian Sy sama Jerman lebih tinggi derajatnya. Soalnya 2 tahun sebelumnya, Jerman ngalahin Argentina di Final Piala Dunia.

Karir Sy kemudian menjadi lengkap setelah lingkungan pergaulan Sy meluas. Sy sekolah STM di Makassar, pas perhelatan WC 94. Rupanya di sekolah terdapat banyak komentator amatiran yang memperoleh bahan analisis dari Tabloid Bola yang dibeli patungan. Bisa dibayangin kan garingnya perdebatan yang terjadi.

Besok Euro 08 akan dimulai dan Sy masih setia melakoni kedua profesi 2 tahunan ini.

Sebagai Begadanger, tidak banyak yang berubah. Matchday-matchday kebanyakan Sy habiskan dengan nonton sendirian kecuali bila kantor ngadain Nobar. Selain nuansa rame-ramenya, biasanya sambil menunggu kick off diadakan duel Winning Eleven yang bagi Sy adalah daya tarik utama. Untuk Nobar di kafe atau di hotel, Sy selalu terhalangi oleh bayangan pekatnya asap rokok dan aroma alkohol yang Sy buenci.

Sebagai Komentator, perkembangan Sy cukup maju. Bahan Sy tidak lagi bergantung sama tabloid bola yang belinya urunan itu. Di kantor, koran dan terutama internet selalu tersedia. Pentas adu komentar pun tidak hanya di lingkungan kelas saja. Sy sekarang sudah bisa menulis di blog Sy ini atau ikut bersahut-sahutan di milist-milist yg Sy ikuti. Kemampuan analisis Sy pun melebar cukup hebat. Tidak terbatas aksi-aksi di lapangan hijau saja karena komentator profesional di TV pun bisa Sy komentarin!.

Selamat datang EURO 2008!
Selamat datang BEGADANG!
Selamat datang KOMENTATOR!


Hebatna… Dalam 1 periode pemerintahan, SBY-JK sudah 3x naikin harga BBM!, New Record!! Muri kudu mencatatnya nih. Tinggal siapa yang mau menseponsori acara pemberian sertipikat rekornya :)

Rekor ini masih bisa beliau-beliau tingkatkan mengingat masih ada waktu 1 tahun masa pemerintahan. Kenaikan yg ke-4x ato yg ke-5x tentu Fantastis.

Kutipan dari Wikipedia:

Indonesia

In March 2005, Indonesia increased the price of gasoline and diesel by 29%, causing widespread protests. The price of gasoline was raised from Rp 1800 per litre (around US$0.20) to Rp 2400 per litre, while diesel rose from Rp 1650 to Rp 2100 rupiah. Prices were increased again in October to Rp 4500 a litre, an 87.5% rise, for gasoline, while diesel was increased to Rp 4300, and kerosene, used for cooking, increased from Rp 700 to Rp 2000 per litre. The price increases came as oil prices threatened to increase the government’s oil subsidy to $14 billion per year, and caused further protests.

With oil reaching over $130 a barrel, Indonesia further increased prices on May 24 2008, to Rp 6000, and diesel to Rp 5500, while kerosene was raised to Rp 2500, moves which caused widespread protests. In addition, it was suggested that private car owners, who Indonesian terms are wealthy, would eventually be excluded from subsidies entirely, with the cheap fuel limited to public transport and motorcycles.

People have been encouraged to switch to LPG for cooking, as Indonesia is the world’s largest exporter, whereas its oil industry is in decline, and it is now a net importer.

Complete reading >>>

*hmm.. semakin jelas siapa yg tidak Sy pilih 2009 nanti :)


Sehari setelah hari AHAD yaitu senin kemarin, Sy menyalurkan hak pilih di TPS 09 Balikpapan Tengah. Prosesnya cepat banget, paling sekitar 10 menitan. Datang, daftar, duduk, nyoblos dan pulang. Lancar, Aman dan SEJAHTERA.

Tadinya Sy berpikir bakal melewatkan Pilkada ini karena KTP Sy dari tahun lalu sudah koit. Eh, tak disangka Sy menemukan kartu pemilih Sy di meja tergolek manja, katanya dititip sama teman.

Well, suara sudah disalurkan dan perhitungan sedang berjalan, mudah-mudahan sahaja Calon Andalang kali ini bisa menang, Amin, Amin, Amin… (Wekkatellupa na Sah)

:))

Done!

Hymne Telkomsel

Membuka cakrawala negeri. Satukan sanubari bangsa.
Menyambungkan rasa antar generasi. Melayani Indonesia.

Layanan selalu terdepan. Kwalitas handal terpercaya.
Karya anak negeri menyatukan hati. Harmoni penuh dedikasi.

Telkomsel untuk semua. Telkomsel kita jaga bersama.
Telkomsel untuk Indonesia. Begitu dekat begitu nyata.

*See.. nda ada harga toh :)

Blog Stats

  • 779 hits

Kategori

 

July 2008
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives